Tujuan belajar tidak lagi hanya mengetahui dan menguasai materi. Tetapi juga memahami, menjadi terampil, dan bisa muncul kedisiplinan belajar serta kemandirian. Selama ini murid siswa dibiasakan menerima saja apa yang diberikan guru. Dengan kurikulum 2013, siswa dituntut mandiri dengan sistem Student Centered Learning. Semua bahan yang ada disekitar siswa harus digunakan, tidak lagi hanya dari instruksi guru.
MENUMBUHKAN RASA INGIN TAHU BELAJAR MATEMATIKA
Rasa ingin tau siswa harus semakin ditingkatkan, karena jika siswa hanya berdiam maka akan ketinggalan materi dan juga tidak mampu mengaplikasikan rumus yang telah diberikan dengan soal – soal yang berbeda jenis. Contohnya pada kompetensi dasar berikut:
Guru memberikan rumus segitiga, yang rumusnya adalah L = (a x t)/2, dan rumus phytagoras c^2= a^2+ b^2, jika siswa tidak mempunyai rasa ingin tau, mereka hanya dapat mengerjakan soal dengan rumus yang telah diberikan saja. Jika guru merubah sedikit saja soal, siswa akan merasa kebingungan, Misal saja yang diketahui luasnya dan tinggi segitiga, siswa diminta untuk mencari alas segitia tersebut. Nah jika siswa tidak merasa penasaran dan berusaha mencari cara sendiri, maka dia tidak akan pernah bisa.
MENUMBUHKAN RASA INGIN TAHU BELAJAR MATEMATIKA
Rasa ingin tau siswa harus semakin ditingkatkan, karena jika siswa hanya berdiam maka akan ketinggalan materi dan juga tidak mampu mengaplikasikan rumus yang telah diberikan dengan soal – soal yang berbeda jenis. Contohnya pada kompetensi dasar berikut:
Guru memberikan rumus segitiga, yang rumusnya adalah L = (a x t)/2, dan rumus phytagoras c^2= a^2+ b^2, jika siswa tidak mempunyai rasa ingin tau, mereka hanya dapat mengerjakan soal dengan rumus yang telah diberikan saja. Jika guru merubah sedikit saja soal, siswa akan merasa kebingungan, Misal saja yang diketahui luasnya dan tinggi segitiga, siswa diminta untuk mencari alas segitia tersebut. Nah jika siswa tidak merasa penasaran dan berusaha mencari cara sendiri, maka dia tidak akan pernah bisa.
Semua isi dari kompetensi
dasar merupakan hasil dari pembelajaran guru ke siswa agar siswa dapat
mencapai tujuan dari belajar itu sendiri. Seperti yang telah di ungkapakan oleh
Winarno (1983) bahwa pembelajaran adalah proses berlangsungnya kegiatan belajar
dan membelajarkan siswa dikelas. Jadi pada dasarnya pembelajaran adalah
interaksi guru dengan siswa, jika interaksi tersebut berhasil maka tujuan dari
belajar tersebut akan berhasil, tapi jika tidak maka sebaliknya.
![]() |
| KONSTUKTIVISME |
KONSEP KONSTRUKTIVISME
Pada
kompetensi inti siswa harus berlatih dengan konsep kontruktivisme yang
menurut Piaget bahwa penekanan teori kontruktivisme pada proses untuk menemukan
teori atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan. Jelas disini peran
guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator atau moderator. Saat siswa
dibiasakan dalam belajar kontruktivisme ini maka siswa akan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya,
mencari ide sendiri sehingga masalah dapat diselesaikan, serta dapat menerapkan
pengetahuan yang didapatnya untuk masalah yang lain. Pada kondisi ini siswa
diharuskan mampu untuk lebih memahami dan mampu juga untuk mnerapkan pengtahuan
yang dimiliki dari proses belajar sebelumnya.
ΓΌ Contoh pada saat siswa
diminta untuk mengerjakan soal tentang nilai rata – rata, median, dan modus
dari berbagai jenis data. Misal rumus modus yaitu
Mean = (jmlah fi.xi )/(jumlah fi) ,
Mo = Tb + (d1/(d1+d2)) p,
Me = Tb +( (1/2 n-jmlah fm)/fm) p
Nah siswa hanya diberi penjelasan
sekilas oleh guru, selanjutnya siswa yang akan menyelesaikan masalah sendiri
jika ada soal tentang persoalan tersebut. Jika ada pertanyaan dari siswa, guru tidak langsung memberi penjelasan/ jawaban, tetapi mencoba memancing pemahaman siswa.
Aimma

Komentar
Posting Komentar