Punya anak remaja memang menjadi tantangan
dan keseruan tersendiri. Tantangan karena mereka mulai berubah dari anak-anak
manja menjadi anak-anak yang mulai merasa besar. Mulai ingin tahu banyak hal,
penasaran dengan hal-hal yang berbau orang dewasa, hormon pertumbuhan juga mulai
terlihat, kemauannya juga mulai banyak. Nah….ada saat dimana orang tua harus
meluangkan waktu untuk ngobrol santai agar anak bisa bercerita banyak hal. Mengajak
anak remaja mengobrol juga ada cara jitunya, berikut 10 cara jitu berbicara
dengan anak remaja:
- Ajak makan ketempat yang dia suka. Cara digunakan sebagai ice breaker, karena remaja biasanya suka makan dan makanan akan membuat mereka merasa nyaman. Menurut Rubenstein (1996), makanan ringan dapat mempengaruhi “bibir untuk bicara”.
- Hindari penggunaan meja tinggi. Carilah meja yang rendah, agar mereka tidak merasa seperti dikontrol
- Dengarkan musik mereka. Harus tahu musik apa saja yang sedang didengarkan dan tahu siapa penyanyi favorit mereka. Dengarkan bersama, cermati liriknya, karena musik bisa sangat berguna sebagai petunjuk.
- Hindari suasana formal. Ini akan membuat mereka terintimidasi. Jangan mengajak berbicara dengan formal, seperti “Nak…Papa mau bicara sama kamu”. Wahh….bisa jadi si anak malah berpikir macam-macam, ketakutan, atau mungkin dia jadi mencari-cari kesalahan apa yang sudah dia lakukan. Membuka percakapan bisa dengan, “gimana weekly project kamu kemarin?”, atau “tim basketmu sudah tanding kemana aja?” atau “temanmu kemarin itu rumahnya mana?”.
- Tenang dan santai. Dua hal tersebut akan memberikan efek positif, harus dipelajari dengan baik karena remaja seperti bisa dengan mudah melihat ada sesuatu yang berbeda dalam sekejap. Apalagi jika anda ingin berbicara tentang hal penting, wahh…bisa cepat ketahuan dan anak justru menghindar jika anda tidak santai.
- Hargailah mereka. Walaupun mereka dalam keadaan lelah karena banyak kegiatan di sekolah, atau sedang gelisah, marah ataupun kecewa, janganlah menghakimi mereka atau menyalahkan sikap mereka jika mereka melakukan kesalahan.
- Beri sedikit humor. Tertawa akan memberikan suasana santai dan menyenangkan. Biasanya remaja lebih percaya dengan orang yang mampu membuatnya tertawa.
- Jauhi kesan otoriter. Walaupun anda adalah orang tuanya, jangan perlihatkan bahwa anda berhak sepenuhnya terhadap anak, jangan menjadi pemegang kuasa. Jika sekali anda melakukannya, maka kemungkinan obrolan anda dengan anak akan gagal.
- Jangan perlihatkan ketidak sukaan anda pada sesuatu yang dekat dengan kehidupan remaja. Contohnya anda tidak suka dengan anak PUNK, padahal anak anda punya teman seorang PUNKERS, nah…jangan perlihatkan ketidaksukaan tersebut.
- Jangan belama-lama. Remaja malas duduk dan mendengarkan terlalu lama, lebih baik beri porsi banyak untuk mereka melakukan hal-hal yang mereka senangi
Selamat mencoba.
Anak remajamu selalu mengharapkan engkau mengerti. berikanlah
Beberapa cara
diatas diambil dari Journal of Counseling & Development tahun 1999 Volume
77 yang ditulis oleh Fred J. Hanna, Constance A.Hanna dan Susan G.Keys.
Komentar
Posting Komentar