Jakarta ke Legoland via Singapura

Bagi para penggemar LEGO, mungkin bermain di LEGOLAND adalah sebuah impian. Sama seperti anak saya yang sedari piyik sudah main LEGO. Saat tahu ada wahana LEGOLAND di Malaysia, datang ke LEGOLAND jadi wish list nya dia. Tapi karena kesempatan dan rejeki, kami baru sempat mengajaknya ke LEGOLAND akhir September 2016 lalu. Itupun passport sudah mepet banget harus segera di perpanjang (tiap check di imigrasi pasti diingatkan untuk segera diperpanjang). cek di web imigrasi ya untuk perpanjangan paspor online http://www.imigrasi.go.id/

LEGOLAND terletak di kota Johor Bahru, Malaysia. Tetapi kami datang kesana lewat Singapura karena perhitungan jarak. Dari kota Johor Bahru ke Kuala Lumpur harus ditempuh sekitar 4,5 jam. Sedangkan dari Singapura hanya butuh waktu 1 jam. Cek disini untuk bis dari Kuala Lumpur ke Johor Bahru.http://www.busonlineticket.com/bus-from-johor-bahru-to-kl
Kami menggunakan maskapai LION Air dari Cengkareng (CKG) ke Singapore (SIN) karena ekonomis (ini tiket termurah, maksudnya begitu…hehe). Penerbangan terpagi jam 5:10. Bersama kami banyak rombongan tur, sedangkan kami go show aja ala backpacker. Semua tiket dari dan pulang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Ini perlu banget dicermati ya….karena banyak maskapai yang menawarkan travel fair atau discount all fare. Alhamdulillah, kami berkesempatan menikmati diskon 50% untuk tiket pesawat kepulangan menggunakan Air Asia.  http://www.airasia.com/
Sampai di bandara Changi masih pagi dan belum ramai. Karena malas keluar dari Changi, kami memilih menggunakan MRT untuk menuju ke Kranji (terminal perbatasan Singapura-Malaysia). Berhubung sudah memiliki EZ Link, jadi kami tidak perlu lagi membeli kartu tersebut. EZ Link adalah kartu transportasi apapun di Singapura (klik disini untuk informasi lebih lanjut http://home.ezlink.com.sg/). Ada beberapa pilihan kartu untuk turis dan bagi anda yang memang sering bepergian dari Indonesia transit Singapura. Harga untuk anak dan dewasa juga berbeda. 
Well..perjalanan sangat lancar pastinya dengan MRT. Kami hanya perlu duduk dan pindah platform 2 kali untuk sampai ke Kranji. Sesampainya di Kranji, wowww…kami terpana dengan panjangnya antrian untuk masuk ke bis. Kami menggunakan bis no 170 untuk menuju ke Woodlands (wilayah Singapura yang berbatasan dengan Malaysia, disini pengecekan imigrasi juga). Ingat ya untuk tapping kartu EZ Link saat naik dan turun dari bis. Sesampainya di Woodlands kami harus turun untuk pemeriksaan imigrasi dan betapa antriannya panjaaang sekali. Kami datang saat weekend, jadi kami harus maklum dengan keadaan ini.

Setelah pengecekan di imigrasi Woodlands selesai, kami naik lagi ke bis 170 menuju CIQ (gerbang Malaysia dari Singapura). Sesampainya di CIQ kami harus mengantri hampir satu jam untuk pengecekan imigrasi. Setelah selesai pengecekan, kami tidak lagi menaiki bis. Kami berjalan keluar dari terminal untuk mencari makan, sudah sangat kelaparan karena tidak sempat sarapan dari Jakarta. Sekedar makan biskuit dan kurma saja pastinya kurang bagi perut Indonesia…heheeh. Tenang saja, banyak pilihan makanan yang untuk rasa tidak jauh beda dengan yang di Indonesia. 

Komentar

Posting Komentar